***

Seri Buku TEMPO: Chairil Anwar


Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Mohon Maaf, beberapa images tidak muncul karena web bayarbuku.com sudah tidak aktif, jika ingin menanyakan boleh tanya langsung ke kami atau boleh search di mbah google aja y :)
Harga:Rp50,000 / Rp42,500 (15% Off) 
Penulis:Tempo | 
Penerbit:KPG 
Code:9786024241889 
Rencana Terbit:05 Oktober 2016 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:168 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:300 gram 
Bahasa:Indonesia 


Sinopsis:
...
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Petilan sajak berjudul “Diponegoro” di atas ditulis Chairil Anwar pada Februari 1943. Dengan mengungkap sosok Diponegoro―putra tertua Sultan Hamengku Buwono III―yang kuat dan liat menghadapi Belanda, Chairil menggelorakan kembali semangat juang. Sikapnya melawan kolonialisme tegas, seperti terungkap dalam puisi itu dan menjadi kutipan populer: sekali berarti, sudah itu mati.

Jiwa nasionalisme Chairil berkembang dalam kondisi zaman penjajahan Jepang. Ia menyatakan menentang penjajah saat berpidato di depan Angkatan Baru Pusat Kebudayaan, 7 Juli 1943. Sesudah kemerdekaan, sikap juangnya semakin kuat terlukis dalam puisi-puisinya yang lahir bukan hanya berdasar perenungan di balik meja. Peristiwa agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947 direkam Chairil dalam sajak berjudul “Krawang-Bekasi”. Kala itu, ia terlibat langsung dalam pertempuran. “Persetujuan dengan Bung Karno”, puisinya yang lain, menggambarkan pula suasana pergolakan setelah kemerdekaan 1945.

Tapak berkesenian Chairil yang demikian mencuatkan namanya sebagai pelopor angkatan 45 yang mendobrak angkatan sebelumnya. Chairil sendiri yang memilih “angkatan 45” untuk menyebut generasi seniman dan sastrawan sesudah masa perang. Baru sesudah ia meninggal pada 1949, banyak sastrawan menabalkan Chairil sebagai simbol angkatan 45.

Ia adalah penulis yang sangat produktif. Meninggal di usia 27, namun sepanjang hidupnya yang singkat itu ia telah membuat 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan. Terkenal dengan potret diri yang ikonik dalam pose mengisap sebatang rokok, Chairil menghasilkan sajak-sajak yang memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Sebelum pesan baca dulu http://www.pengenbuku.net/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak menemukan buku yang Anda cari?

Silahkan hubungi kami disini. Kami pasti akan bantu carikan *tapi jangan buku-buku pelajaran y :)*

Pelanggan Kami


 
2012 PengenBuku