***

PERSAUDARAAN AGAMA-AGAMA MILLAH IBRAHIM dalam Tafsir AL-MIZAN


Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Mohon Maaf, beberapa images tidak muncul karena web bayarbuku.com sudah tidak aktif, jika ingin menanyakan boleh tanya langsung ke kami atau boleh search di mbah google aja y :)
Harga:Rp58,000 / Rp49,300 (15% Off) 
Penulis:WARYONO ABDUL GHAFUR | 
Penerbit:Mizan 
Code:9786024410049 
Rencana Terbit:01 Desember 2016 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:292 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:300 gram 
Bahasa:Indonesia 

Sinopsis:
Di antara agama-agama yang ada di dunia, Yahudi, Nasrani, dan Islam memiliki penganut paling banyak dan juga paling sering terlibat konflik dalam sejarah. Padahal, pembawa tiga agama tersebut bermuara pada satu figur: Ibrahim. Karena kesamaan itulah, penganut ketiga agama tersebut berebut klaim sebagai ahli waris millah Ibrâhîm. Millah Ibrâhîm (Abrahamic Religion) di sini bermakna kepercayaan dan praktik hidup yang dijalankan oleh Ibrahim.

Mengikuti millah Ibrâhîm berarti mempraktikkan dan mengikuti jejak-langkahnya dalam hal faith (iman)  dan sekaligus praktik empiriknya (syariat). Maka, pengikut millah Ibrâhîm bukan saja se-iman dengan Ibrahim, tetapi juga menjalankan tuntutan imannya, yang lazim dikenal dengan Islâm, yakni pasrah dalam menerima dan menjalankan semua perintah Allah secara total.

Maka, millah Ibrâhîm di satu sisi bersifat terbuka atas berbagai keyakinan dan praktik keagamaan yang selaras dengan pengertian tersebut, meski secara genealogis tidak bermuara pada Ibrahim. Di sisi lain, ia bersifat tertutup atas iman dan praktik keagamaan yang tidak selaras meski masih memiliki hubungan genetis dengan Ibrahim. Jadi, persaudaraan agama-agama terjalin bukan karena hubungan genetis, tetapi karena hubungan imani dan syar'i.

Millah Ibrâhîm dalam pengertian tersebut dapat dijadikan paradigma untuk memahami ayat-ayat al-Qur'an tertentu—misalnya ayat inna al-dîna 'inda Allâh al-islâm—yang oleh satu kelompok dipahami secara eksklusif, namun oleh kelompok lain dipahami secara inklusif. Ayat-ayat  al-Qur'an, mesti diingat, merupakan satu-kesatuan utuh yang tidak boleh dipahami secara parsial (juz'iyyah). Di samping itu, kita juga mesti memahami al-Qur'an secara kontekstual dengan menelusuri latar historis ayat  sambil menelisik ideal moralnya.

Thabathaba'i, melalui tafsirnya, al-Mîzân mencoba memberi pemahaman utuh akan arti persaudaraan agama-agama. Dalam pandangannya atas millah Ibrâhîm, ia menangkap dan menawarkan ideal moral al-Qur'an yang dapat dijadikan jembatan hubungan agama-agama yang ada di dunia, terutama agama Yahudi, Nasrani, dan Islam.
Sebelum pesan baca dulu http://www.pengenbuku.net/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tidak menemukan buku yang Anda cari?

Silahkan hubungi kami disini. Kami pasti akan bantu carikan *tapi jangan buku-buku pelajaran y :)*

Pelanggan Kami


 
2012 PengenBuku