Pesan buku via web mantapmart.id atau email ke mantapmartid@gmail.com atau langsung whatsapp 085100749052.

Cari Blog Ini

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Title

Subtitle

Max Havelaar (Edisi Refresh)


Harga BUKU IMPOR adalah harga kurs/shipping cost saat pasang, dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Harga Produk selain Buku dibawah Rp20,000 minimal pemesanan 2 pcs y :)
Harga:Rp80,000 
Penulis:Multatuli | 
Penerbit:Narasi
Terbitan Falcon (Bukit Group) pesanan tidak bisa digabung buku lain
 
Code:9789791680882 
Rencana Terbit:2015 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:396 
Ukuran:mm 
Berat:400 gram 
Bahasa:Indonesia 

Sinopsis:
“Nak, jika mereka memberitahumu bahwa aku adalah bajingan yang tidak memiliki keberanian melakukan keadilan..., bahwa banyak ibu yang meninggal karena kesalahanku..., ketika mereka berkata bahwa ayah melalaikan tugas yang telah mencuri berkah dalam kepalamu..., oh, Max, Max, beritahu mereka betapa menderitanya aku!”
(Multatuli)

Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten.

Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes Dekker justru menolak tegas model pemerintahan Belanda. Ke-tidakadilan, perampasan, serta penjajahan merupakan titik awal dari kritik dan penolakannya. Seorang Eduard Douwes Dekker jauh lebih memalingkan perhatiannya kepada fenomena kelaparan, penderitaan, serta ketertindasan yang dialami rakyat pribumi di Hindia-Belanda, terutama di wilayah yang pernah menjadi tempatnya bertugas.

Buku ini ditulis Multatuli di sebuah losmen yang disewanya di Belgia, pada musim dingin tahun 1859. Tulisannya merupakan kritik tajam yang telah “membuka”sebagian besar mata publik dunia, tentang betapa perihnya arti dari sebuah penindasan (kolonialisme). Dengan sebuah keyakinan yang ter-manifestasikan dalam ungkapan, “Ya, aku bakal dibaca”, Multatuli berjuang menghadirkan sebuah mahakarya sastra yang patut menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa. 
Sebelum pesan baca dulu http://www.mantapmart.id/p/cara-berlangganan.html biar gk ada miskom y :)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pelanggan Kami


 
2012 pengenbuku.NET